Minggu, 09 Januari 2011

Sejarah Mie Ramen

Ayo, ayo, siapa yang pernah liat Naruto? pasti sudah gak asing lagi terdengarkan. Apalagi kalau sudah makan mie Ramen. Oh ya, ngomong-ngomong apa kalian tahu gimana sejarah terbuatnya Mie Ramen ini? hmm, baiklah. Kali ini GPS Blog kan membahas gimana sih asal mula munculnya mie yang identik dengan Jepang? Langsung saja.

Menurut catatan sejarah Tokugawa Mitsukuni (Mito Komon) sering disebut sebagai orang Jepang yang pertama kali makan ramen. Masakan mi kuah ala Cina pertama kali dihidangkan untuk Tokugawa Mitsukuni. Pembuatnya adalah seorang ilmuwan Konghucu dalam pengasingan dari Dinasti Ming yang diundang untuk datang ke Domain Mito.

Ramen diperkirakan mulai dinikmati rakyat banyak pada zaman Meiji. Pada waktu itu, ramen sudah masuk ke dalam menu berbagau rumah makan di kawasan permukiman keturunan Cina di Kobe dan Yokohama. Setelah itu, pada zaman Taisho, penjual mi di Hokkaido sudah menjual ramen seperti ramen yang dikenal orang sekarang ini.
Di Jepang, mi kuah umumnya terdiri dari dua aliran:
  • Mi kuah dalam menu rumah makan yang dikelola imigran dari Cina, misalnya mi kuah dengan tauge, mi kuah tanpa lauk (tanmen), mi pangsit kuah, atau mi ala Kanton. Ramen dengan rasa miso atau rasa shio juga dicantumkan dalam menu.
  • Mi kuah oleh pedagang kaki lima di waktu malam yang kemudian membuka rumah makan ramen. Pedagang kaki lima yang berkeliling menjajakan ramen dengan gerobak dorong sudah ada di Jepang sejak zaman Edo. Penjual ramen berkeliling memakai gerobak sambil meniup terompet charamela. Lagu yang dibunyikan adalah nada "sol la si - sol la - sol la si la sol la -". Oleh karena itu, penjual ramen keliling dalam bahasa Jepang sering disebut charamela. Pedagang keliling zaman sekarang sudah menggunakan pemutar rekaman sebagai pengganti charamela. Selain itu, pedagang ramen sering menggunakan mobil dan membawa kursi untuk berdagang di tempat ramai.
Setiap daerah atau kota di Jepang biasanya memiliki masakan ramen khas yang dipakai sebagai daya tarik pariwisata. Salah satu di antaranya dengan mempromosikan keunikan ramen khas masing-masing daerah di Jepang. Promosi juga dilakukan lewat artikel di berbagai majalah. Salah satu promosi yang dianggap paling berhasil adalah promosi sapporo ramen. Wisatawan dalam negeri beramai-ramai mengunjungi Hokkaido untuk makan sapporo ramen.

Nah itu ulasan sedikit dari GPS Blog, semoga tambah ilmunya.

6 comments:

mungkin untuk di indonesia mie ramen diibaratkan mi kuah ya.....heheheheehe keep posting sobat

wah . ,

kyk apa rasanya ?? :f:

@Arga : yup, betul sekali kawan. Thanks... :n:

@Ladida : kurang lebihnya kayak mie kuah, yg beda hanya bumbu dan lauknya..

@SR : iya sob, jadi kenyang.. hehe

waah enaak ini mi ramen..aku aja ketagihan euy..aku suka makan di puri mall
:v:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More