Minggu, 23 Januari 2011

John Stephen Akhwari, "King Without Crown" Yang Luar Biasa

John Stephen Akhwari, lahir pada tahun 1938 di Mbulu, Tanganyika, Tanzania adalah seorang atlet Olimpiade. Pada Olimpiade Musim Panas tahun 1968 di Mexico City, ia mewakili Tanzania di cabang maraton. 

Diawal perlombaan ia terjatuh dengan parah yang mengakibatkan lepasnya engsel sendi lututnya. Alih-alih berhenti, sambil mengatasi rasa nyeri yang bersarang di lututnya, dan mengatasi badannya yang mulai demam akibat reaksi tubuh terhadap lukanya . . . ia malah memutuskan untuk terus berlari dan melanjutkan perlombaan.
 
Ia selesai terakhir di antara 57 pesaing yang menyelesaikan perlombaan (dari 74 orang yang memulai perlombaan). Ia memasuki stadion dimana garis finish berada, dalam waktu satu jam, setelah pemenang perlombaan telah diumumkan. Namun dedikasinya pada dunia olahraga dan kecintaannya kepada negaranya, menyentuh hati ratusan penonton yang kasih berada di stadion, dan memberinya applause.

Ketika ditanya mengapa dia terus berlari, ia hanya berkata, "Negaraku tidak mengirim aku sejauh 5000 mil ke Mexico City untuk memulai perlombaan. Mereka mengirim aku untuk menyelesaikannya. "Pada kompetisi tersebut ia mendapatkan gelar "Raja Tanpa Mahkota." Akhwari masih berlomba selama sepuluh tahun setelah Olimpiade tahun 1968. Dia selesai  diurutan kelima dalam maraton di Commonwealth Games 1970.

Dedikasi Akhwari, membuat namanya digunakan oleh John Stephen Akhwari Athletic Foundation, sebuah organisasi yang mendukung pelatihan atlet Tanzania untuk Olimpiade. Akhwari juga diundang untuk Olimpiade tahun 2000 di Sydney, Australia. Dan kemudian juga muncul di Beijing sebagai duta dalam persiapan untuk Games 2008.

Moral dari kisah ini yang patut anda renungi . . . DEDIKASI . . . Akhwari sadar betul negaranya yang miskin, tidak mengirimkannya untuk sekedar mengikuti lomba, ribuan dollar uang rakyat harus disisihkan, perlu usaha yang lebih bagi negara miskin, agar seorang atlet dapat berangkat mengikuti olimpiade. Akhwari tidak ingin membuat negaranya dan rakyatnya kecewa.

Mungkin anda gagal untuk membuat bangga orang-orang yang mencintai dan mendukung anda, tetapi tetap lakukanlah yang terbaik agar anda tidak membuat malu orang-orang yang mencintai dan mendukung anda.

Jadilah RAJA meski tanpa MAHKOTA, dan jadilah PAHLAWAN meski tanpa TANDA JASA.
Have a nice day . . . .     

6 comments:

Saya juga tersentuh banget setelah baca cerita ini ... :')

wah . , keren . , semangat mr akhwari harus dicontoh nii . , :c:

@Kelpo : iya sob, :h:

@IPH : tentu... :n:

wah ini adalah kisah yang patut di banggakan :)

@all : ship, kita patut contoh dan teladani...

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More